Palembang (06/05), Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menggelar Apel Kesiapsiagaan Personil dan Peralatan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan reaktivasi Desk Karhutla Nasional sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini. Kegiatan ini dihadiri sejumlah unsur pemerintah pusat dan daerah termasuk Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Apel Kesiapsiagaan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mencegah dan menangani potensi karhutla di wilayah Suamtera Selatan yang menjadi salah satudaerah rawan kebakaran lahan saat musim kemarau.

Dalam kegiatan apel, dilakukan pengecekan kesiapan personel, kendaraan operasional, hingga peralatan pemadam karhutla yag akan digunakan oleh tim gabungan TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, BMKG, serta berbagai instansi terkait lainnya. Selain apel siaga, pemerintah juga melakukan reaktivasi Desk Karhutla Nasional guna memperkuat koordinasi penanganan secara terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, Langkah ini diharapkan mampu mempercepat respons terhadap potensi kebakaran serta meminimalisir dampak kabut asap.
Dalam rangkaian kunjungan kerjanya ke Sumatera Selatan, Kepala BMKG melakukan kunjungan Ke Stasiun Klimatologi Sumatera Selatan. Pada Kesempatan tersebut, Kepala BMKG melakukan audiensi bersama jajaran pegawai BMKG. Tidak hanya itu, Kepala BMKG juga turut mengunjungi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. Dalam kunjungannya tersebut, Kepala BMKG meninjau tamat alat meteorologi serta ruang operasional Stasiun Meteorologi SMB II Palembang untuk memastikan kesiapan sarana pengamatan dan pelayanan informasi cuaca penerbangan.

Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk dukungan pimpinan BMKG terhadap peningkatan kualitas pelayanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika di daerah, khususnya dalam mendukung keselamatan trasnportasi udara serta penanganan potensi bencana karhutla di Sumatera Selatan.



