Palembang (07/04), Persoalan banjir yang kembali melanda sejumlah wilayah di Palembang menjadi sorotan dalam dialog interaktif “Palembang Menyapa” yang digelar di Radio Republik Indonesia (RRI) Palembang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari BMKG SMB II Palembang, Siswanto, ST., M.Si selaku Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang dan Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera VIII, Lufiandi, ST selaku Ketua Tim Pelaksana Urusan Pelaksana Operasi dan Pemeliharaan.

Dalam dialog tersebut, dibahas kondisi terkini banjir di Palembang yang terjadi akibat kombinasi antara faktor cuaca ekstrem dan persoalan infrastruktur drainase yang belum optimal. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi relatif singkat mampu menyebabkan genangan di sejumlah titik strategis kota. Bahkan, banjir tidak hanya menggangu lalu lintas, tetapi juga merendam pemukiman warga.
BMKG menjelaskan, peningkatan curah hujan di wilayah Sumatera Selatan dipengaruhi oleh dinamika atmosfer serta masa peralihan musim (pancaroba). Kondisi ini berpotensi memicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaaan terhadap cuaca ekstrem. Sementara itu pihak BBWS VIII menekankan pentingnya pengelolaan sistem drainase secara terpadu. Disampaikan, banjir yang berulang menjadi indikasi perlunya evaluasi menyeluruh mulai dari kapasitas saluran air, normalisasi sungai, hingga pengendalian tata ruang.

Melalui dialog ini, diharapkan terciptanya sinergi antara pemerintah, instansi serta masyarakat dalam menghadapi potensi banjir terutama di tengah meningkatnya ancaman cuaca ekstream.


