Palembang (05/03), Memasuki awal bulan Maret 2026 pada Bulan Ramadhan 1447 H, cuaca terasa makin panas di wilayah Sumatera Selatan. Berdasarkan pantauan BMKG, suhu udara di sejumlah wilayah, termasuk di Kota Palembang mengalami peningkatan yang signifikan dengan terik matahari yang cukup menyengat selama siang hari. Kondisi ini dipicu oleh berkurangnya tutupan awan serta terjadinya pola atmosfer yang kering, sehingga radiasi matahari langsung mencapai permukaan bumi lebih maksimal. Hadir sebagai narasumber pada kegiatan ini yaitu Siswanto, ST., M.Si selaku Kepala Stasiun Meteorologi SMB II Palembang.

Disampaikan oleh Siswanto, cuaca panas yang terjadi saat Ramadhan bukan fenomena gelombang panas ekstrem secara global, namun merupakan kondisi suhu harian yang tinggi akibat siklus iklim normal menjelang musim kemarau di bagian Selatan Indonesia. Dampak bagi kesehatan akibat cuaca panas di Bulan Puasa seperti dehidrasi dikarenakan kekurangan cairan selama menjalankan ibadah puasa serta aktivitas fisik diluar ruangan dapat mempercepat rasa lelah, menurunkan konsentrasi dan berpotensi mengganggu metabolisme tubuh secara umum.

BMKG menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi dampak kesehatan ini. Disarankan untuk memperhatikan waktu aktivitas di luar ruangan, mengurangi paparan langsung dengan sinar matahari di jam – jam puncak (10.00 – 15.00 WIB), mengonsumsi air yang cukup saat sahur dan berbuka serta menggunakan pelindung seperti topi, payung dan tabir surya ketika terpaksa melakukan kegiatan diluar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

PHP Code Snippets Powered By : XYZScripts.com