Dalam beberapa hari ke depan memasuki Dasarian ketiga dibulan Januari 2024, cuaca di wilayah Sumsel masih dipengaruhi oleh Monsun Asia yang menguat, aktifnya Madden Julian Osilation (MJO) di wilayah Indonesia, serta pola angin belokan dan konvergensi di sekitar wilayah Sumsel. Pola pergerakan angin tersebut secara umum didominasi oleh angin baratan dimana angin bertiup dari arah barat dengan kisaran kecepatan antara 5-25 km/jam.

Memasuki bulan Februari 2024, secara klimatologi (statistik) dapat disampaikan bahwa prakiraan curah hujan bulanan di Sumsel berkisar antara 150 – 500 mm dalam sebulan dimana kategori curah hujan tersebut adalah menengah hingga tinggi dengan sifat hujan normal – diatas normal.

Kewaspadaan wilayah yang diprakirakan menerima curah hujan tinggi 301 – 400 wilayah Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Lubuk Linggau, PALI, Prabumulih Ogan Ilir, OKI, OKU, OKU Timur, OKU Selatan. Untuk curah hujan tinggi 401 – 500 mm di wilayah Lahat dan Muara Enim. Kategori curah hujan diatas normal mengandung arti dimana curah hujan di suatu daerah akan turun dengan guyuran hujan lebih besar antara 15-30% dari normalnya (rata2).

Selanjutnya terkait anggapan dimasyarakat terkait perayaan imlek dengan potensi hujan di suatu daerah adalah mitos, dan lebih dipicu karena pada perayaan imlek khususnya di wilayah tropis biasanya bertepatan dengan bulan Januari atau Februari yang secara musim masih berada pada puncak musim hujan

BMKG terus menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk selalu meningkatkaan kewaspadaannya terhadap potensi bencana hidrometeorologi yang dipicu oleh cuaca ekstrem dengan tetap memperhatikan setiap perubahan cuaca yang ada disekitar, atau menjadikan informasi cuaca sebagai rujukan dalam setiap aktifitas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *